Rabu, 31 Oktober 2012

Gara-gara KTM PPB



Oleh Edi Nawang

Kelompok Tani Muda Palambon Pucuk Baguas (KTM PPB) sekarang sudah menunjukkan tajinya. Belum lama ini dikampung Loncek,Desa Teluk Bakung,Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya terbentuk lagi kelompok tani baru setelah KTBA yang di fasilitasi oleh KTM PPB. Tiada angin, tiada hujan bapak-bapak dikampung Loncek juga berinisiatif untuk membentuk kelompok tani baru. Awalnya mereka meminta KTM PPB

Rabu, 22 Agustus 2012

KTM PPB dan Tim Survey Sekolah Ternama Pontianak


Oleh : Edi Nawang

Foto bersama usai diskusi dengan tim Survey
Rabu, 22 Agustus 2012 tim survey dari SMA Santo Paulus Pontianak mengunjungi markas KTM PPB Loncek. Ketiga tim survey tersebut adalah Agustina sebagai guru pendamping dan 2 orang siswa Antonius dan Yosafat. Maksud dari kedatangan mereka adalah rencananya ingin berekreasi sekaligus mengadakan diskusi bersama anak muda tani yang ada di kampung Loncek. Selain itu juga mereka ingin mengetahui sambil belajar tentang bagaimana mengembangkan karet yang saat ini telah dilakukan oleh KTM PPB Loncek. Bahkan Agustina sebagai guru pendamping survey mengatakan mereka ingin bekerjasama dengan KTM PPB untuk menulis berita yang terkait

Selasa, 14 Agustus 2012

Menjadi Panitia, Siapa Takut

Sarjono KTM PPB sedang memberikan Pengarahan di POS Out Bond 

Oleh: Edi Nawang

Suatu prestasi yang sangat luar biasa dan sangat membanggakan, teman-teman KTM PPB turut serta membantu kegiatan Youth Camp ( kemah remaja ) hibah dana dari Cordaid yang dilaksanakan kantor YPPN Pontianak.

Jumat, 08 Juni 2012

12 Petani Muda Berlatih POB

Photo bersama usai penerimaan sertifikat PO di BSB

oleh : Edi Nawang
Pada tanggal 20 mei 2012 Kelompok Tani Muda PPB loncek ,Kelompok Nelayan Kembang Laet Otong, dan 3 petani muda dari kab Sintang berangkat dari Pontianak ke Cisarua Bogor Jawa Barat selama satu minggu untuk mengikuti pelatihan Pertanian Organis milik Romo Agatho yang ditempatkan di Bina Sarana Bakti (BSB). Para pemuda yang berasal dari 3 kabupaten tersebut yakni Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sanggau, dan Kabupaten Sintang bergabung menjadi satu kelompok untuk mengikuti pelatihan yang di fasilitasi oleh Yayasan Pemberdayaan Pefor Nusantara (YPPN) Pontianak. Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pemuda  Tani yang berasal dari sudut negeri provinsi Kalimantan Barat. Peserta yang berjumlah 12 orang pemuda ini 4 orang perempuan dan 8 orang laki-laki mereka diharapkan bisa mendapatkan  ilmu tentang Pertanian Organis (PO). Selain mendapatkan ilmu (PO), para anak muda ini juga dapat meningkatkan kapasitas mereka di bidang PO selain mereka bekerja sebagai petani karet dan berkebun sayur lokal. PO adalah  pertanian yang mahal, sehat dan bisa menjadi  peluang ekonomi bagi warga kampung yang mau mengembangkan pertanian tersebut khususnya bagi masyarakat setempat di Kal-Bar.

Minggu, 29 April 2012

KTM PPB di Media Indonesia dan The Jakarta Post

Kliping koran MI
Gara-gara sepotong SMS, kampung Loncek geger hari itu. Padahal waktu baru menunjukan pukul 09.00 pagi. Leo bergegas turun tangga mencari Edi untuk meminjam netbook. Dia bahkan membatalkan sarapan paginya hanya untuk membuktikan SMS tersebut.
"Kita cek di internet," katanya singkat.
Maklumlah, di kampung, mana mudah menemukan koran, apalagi koran nasional, seperti Media Indonesia (MI) yang terbit di Jakarta.
Isi SMS itu cepat menyebar. "Berita KTM PPB, nongol 2 halaman Focus Media Indonesia". Demikian kira-kira isi SMS  yang dikirim  seorang kolega di Pontianak. SMS itu juga ternyata diterima para naggota KTM yang lain. Satu persatu mereka datang ke rumah Leo yang terletak di tengah-tengah kampung.

Ojoi, adik Leo lebih dulu menemukan Edi. Dia langsung memasang modem, dan memboyong netbook ke bawah pohon Sirsak, di depan rumah orang tua mereka. Karena hanya disitu signal dapat ditangkap. Sekarang tempat itu, sudah mirip tempat keramat, dibuat papan untuk meletakan laptop.

Walau pun cuma pemuda kampung, sejak masuknya program PNPM Peduli, bagi Ojoi, Leo dan beberapa anggota KTM PPB yang lain searching dan browsing di internet bukanlah barang baru. Mereka sudah punya facebook, walau jarang dipudate. Karena signal telepon di kampung itu memang buruk.

Benar saja, berita mereka  berjudul ditemukan di link ini. Mereka mengira, wartawan media Indonesia, Aris Munandar yang pernah mereka undang untuk menanam karet bersama Endi kontributor The Jakarta Post di pusat pembibitan KTM-PPB ternyata menulis 2 halaman penuh cerita tentang mereka di rubrik Focus Nusantara, lengkap dengan photo-photonya. Sebagaimana yang terpampang  epaper ini.

"Sidi nanak disangka uwa...," komentar Leo. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya,"sungguh tak disangka ya...,".


Kegembiraan anggota KTM Semakin lengkap, ketika keesokan harinya mereka diberitahu bahwa publikasi tentang mereka juga terbit di koran bahasa Inggris kelas internasional, yaitu koran The Jakarta Post dengan judul Rubber cultivated to protect family lands

 
"Disuatu sisi, dengan publikasi ini  tugas kita sebagai orang muda, semakin berat dalam mempertahankan eksistensi kampung ini," kata Leo ke pada Edi nawang, mahasiswa asal Loncek, yang menjadi CO program ini di Loncek.

Senin, 23 April 2012

KTM PPB Jadi 'Guru' di Kampung Tetangga

Riko & Paustinus saat pergi ke Otong
oleh: Edi Nawang 

Menjadi guru,siapa takut? Begitulah kata yang di penggal oleh kelopok tani muda yang saat ini berjalan dalam memperkuat basis mereka. Banyak hal yang mereka lakukan selain aktifitas program yang telah menjadi rutinitas sehari-hari. 

Tanggal 15 Maret 2012 sebagian dari anggota KTM PPB berangkat ke Otong untuk membantu Bosio (volunteer YPPN) menyebarkan kuesioner yang akan di isi oleh masyarakat Otong. Mereka adalah Paustinus, Apan, Januardi, dan Riko. Tujuan mereka ke kampung Otong adalah membantu warga otong untuk proses pengisian kuisioner kuesioner yang di berikan oleh YPPN ( Yayasan Pemberdayaan Pefor Nusantara). Sebagian dari anggota KTM PPB  sudah mulai menemukan rasa percaya diri alias (PD).
Dulunya mereka hanya disibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing. Tetapi sekarang sudah mulai tampak hasil yang dalam kuantitas dan kualitas berorganisasi sudah lebih baik. Padahal mereka rata-rata mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar.
Bukan hal yang mudah menjadi guru dan harus melatih orang dari berbagai karakter, apalagi itu dilakukan di kampung yang warganya masih belum familiar dengan aktivitas beginian. Hal semacam inilah yang sekarang dilakukan anggota KTM PPB. Selain mereka belajar, mereka juga menjadi pengajar bagi warga kampung lain. 

Bukan hanya pengalaman yang mereka dapat tetapi juga ilmu berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan warga setempat. Dari yang muda hingga ke yang tua mereka pandu untuk mengisi kuesioner yang dibagikan.

Walau jalan menuju kampung Otong becek di waktu hujan dan naik turun bukit. Hal ini tidak mematahkan semangat kawan-kawan KTM PPB untuk mengembangkan diri dan terus belajar.

Bagi mereka (KTM PPB) belajar bisa dimana – mana dan kapan saja waktu yang diperlukan. Sekarang beberapa dari anggota KTM PPB sudah bisa menjadi guru bagi warga Otong. Hal yang belum pernah mereka dapatkan sekarang sudah didapatkan berkat kerjasama dan semakin kuatnya basis di KTM PPB.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons