Rabu, 14 November 2012

PT Bintang Asia menawarkan kerjasama ke KTM PPB


Oleh : Edi Nawang

Prima Hadi Sulistio saat berdiskusi dengan Edi YPPN Pontianak
Kelompok Tani Muda Palambon Pucuk Baguas KTM PPB mendapat tawaran kerjasama dari PT Bintang Asia, Jember Jawa Timur- Indonesia dalam bentuk benih unggul tanaman sayuran. Prima Hadi Sulistio Marketing Executive PT Bintang Asia didampingi Heri dari Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya dalam pertemuan singkat dengan Laurensius Edi dan Viktorinus Bosio Fasilitator YPPN bekerjasama dengan Kemitraan Indonesia dalam Program PNPM Peduli, dalam pertemuan pada sore 14 November 2012 di Warung Somay Bandung Jl. Patimura Pontianak depan Polda Lama, mencatatkan bahwa

Minggu, 11 November 2012

Dari kampung, oleh kampung, dan untuk kampung.



Oleh: Edi Nawang

Sarjono KTM PPB dkk saat wawancarai narasumber Gaep (Pak Gampur)
Hutan semakin habis terbabat, tanah sudah terkapling-kapling dijadikan perkebunan kelapa sawit. Situs sejarah kampung Loncek sedikit-demi sedikit menghilang. Hal ini lah yang membuat orang muda putus sekolah untuk menulis dan memetakan tempat-tempat keramat mereka yang saat ini hampir hilang. Gerakan pantak modern melalui tulisan dan buku kampung yang mereka buat adalah untuk menyelamatkan situs sejarah kampung mereka sebelum semuanya selesai. Kelompok Tani Muda Palambon Pucuk Baguas (KTM PPB) menyikapinya dengan cara cerdas.

Jumat, 09 November 2012

Kades Teluk Bakung pun Ikut KTM Tanam Karet

Macam-macam saja cara anggota Kelompok Tani Muda Palambon Pucuk Baguas (KTM PPB)  menarik perhatian masyarakat dan pemangku kepentingan. 
Tak terkecuali Valentinus Agip, S.Sos, Kepala Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.
Tak kurang dari 120 warga hadir saat penanaman karet tersebut, di lokasi pembibitan KTM PPB, Jumat (9/11) 2012. Sebagian besar  yang hadir tersebut adalah para petani perempuan yang tergabung dalam Kelompok Tani Burung Arue (KTBA) dan Kelompok tani bapak-bapak yang menamakan diri Kelompok Tani Sabaya Mao' (KTSM). 
Tak cuma Kades, Kepala Dusun Kampung Loncek, Dino juga ikut menanam karet di lokasi yang sudah ditentukan.
Menurut Sarjono, Ketua KTM PPB, kegiatan tersebut adalah salah satu cara kreatif KTM PPB dalam membudidayakan karet unggul di kampungnya. 
"Karet yang sudah ditanam Kades akan diberikan nama unik L-Agip-IRR 39," kata Sarjono. Diabadikannya nama Kades Loncek untuk nama karet ini, kata dia sebagai salah satu cara kreatif yang membuat bibit karet produk KTM tidak bisa dipalsukan. Begitu juga dengan karet yang ditanam oleh pak Kadus.
Seremoni menanam karet bersama ini, adalah rangkaian dari acara pembukaan pelatihan Jurnalisme Kampung, yang menjadi bagian dari aktivitas program PNPM Peduli di Kampung Loncek.

Kamis, 01 November 2012

Training of Trainer untuk KTM PPB



Oleh: Edi Nawang

Satu tahun sudah Kelompok Tani Muda Palambon Pucuk Baguas (KTM PPB) terbentuk. Seiring perjalanan waktu banyak hal yang mereka lakukan untuk mencari jati diri yang sesungguhnya. Gerakan anak muda ini mampu memberikan inovasi-inovasi baru bagi warga setempat di Kampung Loncek. Kalau bukan KTM PPB siapa lagi yang mau peduli dengan kampung mereka yang sekarang sudah terkepung oleh perkebunan kelapa sawit. Melihat kondisi inilah inisiatif anak muda di Kampung Loncek mau menyelamatkan

Rabu, 31 Oktober 2012

Gara-gara KTM PPB



Oleh Edi Nawang

Kelompok Tani Muda Palambon Pucuk Baguas (KTM PPB) sekarang sudah menunjukkan tajinya. Belum lama ini dikampung Loncek,Desa Teluk Bakung,Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya terbentuk lagi kelompok tani baru setelah KTBA yang di fasilitasi oleh KTM PPB. Tiada angin, tiada hujan bapak-bapak dikampung Loncek juga berinisiatif untuk membentuk kelompok tani baru. Awalnya mereka meminta KTM PPB

Rabu, 22 Agustus 2012

KTM PPB dan Tim Survey Sekolah Ternama Pontianak


Oleh : Edi Nawang

Foto bersama usai diskusi dengan tim Survey
Rabu, 22 Agustus 2012 tim survey dari SMA Santo Paulus Pontianak mengunjungi markas KTM PPB Loncek. Ketiga tim survey tersebut adalah Agustina sebagai guru pendamping dan 2 orang siswa Antonius dan Yosafat. Maksud dari kedatangan mereka adalah rencananya ingin berekreasi sekaligus mengadakan diskusi bersama anak muda tani yang ada di kampung Loncek. Selain itu juga mereka ingin mengetahui sambil belajar tentang bagaimana mengembangkan karet yang saat ini telah dilakukan oleh KTM PPB Loncek. Bahkan Agustina sebagai guru pendamping survey mengatakan mereka ingin bekerjasama dengan KTM PPB untuk menulis berita yang terkait

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons