Selasa, 12 Februari 2013

Siapa lagi, Tamu KTM PPB?


Oleh, Edi Nawang
Sarjono alias Pucuk memberikan brosur KTM dan Pamplet PNPM-P ke Jaya Ramba. Photo by. Wisnu Pamungkas
BULAN-bulan ini, Kelompok Tani Muda Palambon Pucuk Baguas (KTMPPB) tak henti-hentinya didatangi tamu, baik tamu dalam maupun luar negeri. Selang beberapa minggu kunjungan dalam rangka Media visit Kemitraan. Senin, (11/02) Usai menghadiri acara Borneo Writers Gathering di Hotel Gajahmada Pontianak, 4 sastrawan sekaligus tamu Alexander Mering dari Malaysia berkunjung ke Loncek, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Diantaranya

Yang Bergulat di Tanah Borneo

Photo Silvia Galikano
Masyarakat Dayak yang bertato, tidak berbaju, dan hidup tenang di hutan dari hasil berburu sudah nyaris tidak ada.  Hutan sudah berkurang sangat banyak. Dari 53,7 juta hektare luas Kalimantan tinggal 40,8 juta hektare yang jadi hutan di seluruh provinsi di Kalimantan. Sedangkan hampir 3,2 juta hektarenya jadi kebun sawit.


Di Kalbar, sawit mulai ditanam secara massal pada 1982 dan sekarang kebun sawit yang sudah beroperasi sudah memakan 900.000 hektare sedangkan lahan untuk tambang 1,5 juta hektare dari luas Kalbar yang 14,7 juta hektare. Jangan lega dulu dengan selisih angka yang besar itu, karena kabar buruknya perusahaan sawit dan pertambangan sudah melahap habis perizinan di Kalbar, kecuali untuk hutan lindung dan taman nasional yang memang tidak dapat diutak-atik. Membaca cerita selanjutnya silahkan klik disini

Senin, 04 Februari 2013

Tradisi dari kampung Loncek di KOMPAS.com

oleh, Edi Nawang
Ketika mendengar kata Loncek, orang-orang pasti bingung dan mencari-cari arti kata itu. Begitulah Loncek nama kampung di pelosok negeri Indonesia tersebut. Tetapi kampung itu mempunyai keunikan tersendiri,

Media Visit Kemitraan ke kampung Loncek


Oleh, Edi Nawang

Kampung Loncek, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, rasanya sudah tidak asing lagi untuk didengar. Dari hari ke hari KTM PPB yang menjadi icon dikampung itu terus menunjukan tajinya sebagai kelompok yang cerdas, inspiratif, dan sejahtera.
Oktober 2011 lalu, sekelompok anak muda putus sekolah dikampung Loncek mengorganisasi diri difasilitasi YPPN kerjasama dengan Kemitraan melalui program PNPM Peduli. Organisasi ini memberikan impact bagi ibu-ibu mereka Kelompok Tani Burukng Arue (KTBA) dan bapak-bapak Kelompok Tani Sabaya Mao’ (KTSM) yang tanpa disadari orang tua belajar kepada anak-anaknya. Dalam hal ini, peran serta KTM PPB dikampung Loncek tidak dapat dipandang sebelah mata. Mulai dari teknik okulasi, hingga publikasi mereka dibeberapa media nasional dan internasional.
Selasa,(29/01) Media visit yakni Jan Prince Permata (Jurnas), Suhartono (Kompas), Silvia (majalah Detik), dan Marta (Tempo) bersama Ade Siti Barokah manager Kemitraan dan beberapa tim dari YPPN berkunjung ke Loncek. Mereka bukan hanya berkunjung semata, melainkan melakukan diskusi dengan KTM PPB, KTBA, dan KTSM di Pondok KTM yang berlokasi dilahan 13 milik Leonardus Pembina yang juga mantan ketua KTM PPB. Berita Loncek buka disini dan trailernya  klik di link ini

Rabu, 30 Januari 2013

Jangan Tidur Siang Kalau Singgah di Dusun Loncek

 KUBU RAYA, KOMPAS.com -- Herman (25), warga Dusun V, Gunung Loncek, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, meminta agar siapapun yang datang untuk pertama kalinya ke dusunnya jangan sampai tidur di siang hari barang sekejap pun.
"Kalau sampai tertidur, muka akan bengkak-bengkak," jelas Herman kepada Kompas di Dusun Gunung Loncek, Rabu (30/1/2013).
Ditanya mengenai apa hubungannya muka bengkak dengan larangan tidur siang di kawasan dusunnya, Herman tak bisa merinci. "Aturannya dari dulu begitu di Dusun Gunung Locek," katanya.
Menurut Program Manager Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Peduli Yayasan Pemberdayaan Pefor Nusantara A Alexander Mering, larangan tidur siang berlaku tiga hari pertama kunjungan pendatang di dusun masyarakat dayak Selako, yang dikenal juga dengan dayak Kanayat. Membaca selengkapnya silahkan klik disini

Selasa, 18 Desember 2012

PNPM-MP Landak Gelar pelatihan Wartawan Kampung

Foto bersama saat pembukan pelatihan jurnalisme kampung

diposkan : Edi Nawang
Sekarang adalah abad informasi, karena itu peran media sangat penting, untuk pemberdayaan masyarakat, termasuk untuk pengembangan media di Kabupaten Landak.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Landak, yang diwakili oleh Nikolaus, SH, saat membuka Pelatihan Wartawan Kampung Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) di Ngabang, Senin (18/12).

"Karena itu sudah saatnya pengalaman, wawasan dan pengetahuan wartawan desa ditingkatkan," kata Niko.
Kegiatan ini merupakan salah satu Ruang Belajar Masyarakat (RBM) pada program PNPM-MP, kabupaten Landak, tahun anggaran 2012.

Sementara itu Fasilitator PNPM-MP Kabupaten (Faskab) Landak, Yanuardi, ST, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pelaku PNPM-MP di tingkat basis serta masyarakat yang peduli pada program ini. "Kami berharap,

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting Coupons